Jumat, 19 Maret 2021

Cerita Relawan: Tragedi Olos dan Serunya Kelas Inspirasi Brebes 3 Rombel SDN Kalipucang

Jika kita bicara tentang kelas, mungkin yang akan terlintas dalam pikiran kita itu adalah adanya di sekolah. Papan tulis, bangku yang diduduki dengan rapi oleh para siswa yang hikmat meletakkan kedua tangannya didepan meja sambil mendengarkan penjelasan guru di depan.
Senam pagi Kelas Inspirasi Brebes 3 SDN Kalipucang

Lalu apa jadinya jika banyak orang-orang profesional yang masuk ke kelas? Tentu kita akan berfikir itu adalah acara training di sebuah perusahaan yang biasanya dilakukan saat penerimaan pegawai baru atau untuk meningkatkan kualitas dari karyawannya.

Mungkin kita berfikir diantara kedua elemen kelas yang berbeda yang saya jabarkan diatas itu tak akan pernah menyatu. Secara keduanya beda usia, tempat bahakan mungkin beda dimensi ups, maksudnya beda tempat.

Nah pernah kebayang gak kalau antara kelas siswa sekolah dan profesional bisa bersatu dalam satu kelas? Jawabannya mungkin dan sangat mungkin sekali pake banget lagi. He he he.

Dan kejadian itu saya temukan saat seorang teman menawarkan kepada saya sebuah kegiatan sosial yang mampu mempersatukan antara siswa sekolah dan karyawan profesional. Kegiatan tersebut bernama "Kelas Inspirasi".

Saya pun ikut mendaftar menjadi relawan Dokumentator karena memang hobby saya itu jepret-jepret orang tetapi orang tak bisa jepret-jepret saya jika bukan candid. Oh iya lupa saya belum menjelaskan Kelas Inspirasi itu apa ya.

Jadi begini, Kelas Inspirasi itu sebuah gerakan kepedulian para karyawan atau profesional yang ikut ambil bagian dalam dunia pendidikan di Indonesia. Nantinya para profesional tersebut akan menyerbu siswa di sekolah pada saat "Hari Inspirasi".

Eit, tapi menyerbu disini bukan menyerbu bawa batu kaya anak-anak tawuran ya. Tapi menyerbu dengan segudang inspirasi untuk anak-anak negeri. Jadi nantinya para siswa dalam Hari Inspirasi ini akan di guyur inspirasi oleh para Profesional yang ikut ambil bagian sebagai Relawan Pengajar.

Mereka akan memotivasi para siswa untuk lebih semangat untuk menggapai cita-cita yang diharapkannya. Karena para profesional tersebut akan menjadi guru sehari dan mengajarkan dan memperkenalkan tentang profesi yang dikerjakannya dalam kehidupan nyata. Sesuai dengan tagline dari Kelas Inspirasi yaitu Cuti Sehari, Menginspirasi Selamanya.

Wah kita lanjut ya pada cerita pengalaman saya ikut kegiatan non profit dan charity Kelas Inspirasi ini. Kebetulan saya ikut mendaftar dan diterima sebagai relawan dokumentator dalam acara Kelas Inspirasi Brebes #3.

Kak Gal dan Kak Nadiya serta Kak Roby di Homestay SDN Kalipucang Kelas Inspirasi Brebes #3
Jadi saya mendapat tugas untuk mengabadikan setiap moment selama Hari Inspirasi berlangsung. Kelas Inspirasi Brebes #3 sendiri dilaksanakan pada 28 Juli 2018. Namun satu hari sebelumnya para relawan baik relawan pengajar dan relawan dokumentator serta relawan fasilitator dan panitia lokal berkumpul di Pendopo Brebes untuk briefing.

Disana kita akan diberitahu bagaimana Kelas Inspirasi ini ada dan apa saja 7 prinsip dasar Kelas Inspirasi yang menjaga Kelas Inspirasi jauh dari kepentingan. Tak hanya itu kirta pun akan diberikan tips-tips dalam menghadapi anak-anak di depan kelas untuk relawan pengajar. Sementara untuk relawan dokumentator kita akan mendapat briefing tentang apa saja yang wajib dan tidak boleh didokumentasikan saat acara Hari Inspirasi berlangsung.

Singkat cerita saya masuk kedalam Rombel (Group) SDN Kalipucang yang akan menjadi tempat kami menginspirasi. Di rombel Kalipucang terdiri dari banyak sekali relawan, namun beberapa relawan menjelang hari H berguguran dengan alasannya masing-masing namun tak ada yang beralasan abis diputusin si dia. wkwkwkwkw.

Usai briefing kami pun sama-sama melihat SDN Kalipucang yang berjarak sekitar 7 km dari Alun-Alun Brebes. Selain melihat ke Sekolah kami pun langsung diajak fasilitator ke homestay yang ternyata adalah rumah dari salah satu guru yang mengajar di SDN Kalipucang.

Sesampainya disana kita berkenalan dengan Ibu Mita yang mengajar kelas 2 yang super duper unik dan menggemaskan. Bagaimana tidak Bu Mita menjadi guru kelas 2 yang hanya dihuni 9 orang siswa yang tercatat di buku absen. Namun hanya 7 siswa yang masuk setiap harinya karena 2 siswa lainnya masih ikut sama orang tuanya ke Jakarta yang bekerja di Warteg (Warung Tegal).

Dan kami yang menginap di homestay berasa jadi murid kelas 2 SDN Kalipucang karena jumlahnya juga sama 7 orang. 
Kak Nadiya dan nametag siswa SDN Kalipucang serta notebook handmade by JL Keren Creative

Setelah ramah tamah dan makan bersama dengan Ibu Mita kami melanjutkan untuk mempersiapkan properti yang akan digunakan pada Hari Inspirasi di SDN Kalipucang esok harinya. Ada nametag siswa yang belum selesai kami kerjakan saat di Pendopo Brebes.

Ada kak Imam, Kak Gal, Kak Rahman, Kak, Umi, Kak Nadiya, Kak Roby dan saya yang ikut menginap di homestay. Tapi tentu saja antara relawan laki-laki dan perempuan dipisah untuk tidurnya ya. dimana kami relawan laki-laki tidur di ruang tamu sementara relawan perempuan tidur di kamar Ibu Mita.

Nah ada kejadian unik yang memaksa saya tertawa terbahak-bahak bahkan sampai perut ini sakit. Bahkan Kak Rahman sampai tersedak saat minum karena tak kuat menahan tawa saat malam itu. Tragedi itu kami namakan "Tragedi Olos".

Kenapa begitu? Jadi awalnya Kak Nadiya membawa cemilan dari rumah bernama Olos yang mirip sama siomay tapi beda (maklum saya baru tau makanan olos). Olos tersebut pun dihangatkan di dapur oleh Kak Nadiya. Nah setelh selesai dihangatkan langsung dibawa ke ruang tamu dimana kita sedang menyelesaikan nametag untuk siswa SDN Kalipucang.

Karena penasaran sayang langsung ngambil duluan olos yang ternyata masih panas. Kak Gal pun juga kepanasan tapi yang membuat ketawa ia merasa kepanasan saat olos tersebut sudah berada di bibir dan hampir digigit. Namun ia urungkan karena panas dan diletakan lagi di samping piring. Begitu juga dengan olos yang saya ambil. Dan berharap beberapa menit kemudian dingin dan bisa disantap.

Usai meletakkan olos dipinggir piring Kak Gal langsung kembali ke depan laptopnya yang sedang merender video kerjaannya sambil mengerjakan sesuati. Sementara saya Kak Imam dan Kak Rahman melanjutkan membuat name tag. 

Dua menit berselang "Tragedi Olos" pun terjadi. Tiba-tiba piring olos yang masih panas tersebut ditarik ke sudut lain dimana disana ada Kak Roby, Kak Dwiki, dan Kak Umi yang juga ingin merasakan olos.
Homestay SDN Kalipucang Kelas Inspirasi Brebes #3

Namun sebelum ditarik saya ambil olos saya yang berada di pinggir piring dan memakannya walaupun masih terasa agak panas. Namun rasanya mantap dan enak sekali mirip kaya siomay isi gitu tapi lebih keras.

Beberapa saat kemudian Kak Gal kaget bahwa piring olos tersebut telah berpindah dan yang membuatnya tambah kaget. Olos yang sempat menyentuh bibirnya dan hampir digigit tersebut juga lenyap entah kemana dari pinggir piring.

Saya , Kak Rahman dan Kak Imam langsung tertawa melihat Kak Gal kehilangan olos tersebut yang niatnya buat didiamkan supaya cepat dingin dan dimakan kemudian. Dan tak ada yang tahu itu olos Kak Gal siapa yang makan atau memindahkannya.

Kita bertiga pun tertawa terbahak-bahak hingga sakit perut karena kejadian tersebut. Dan masih bingung siapa yang memakan olos Kak Gal tersebut. Tak ada saksi mata yang melihatnya. Terlebih lagi olos dalam piring tersebut cuma tinggal dua buah dan itu berada di tengah piring. Hampir 5 menit ruang tamu rumah Bu Mita ramai dengan tawa kami malam itu karena "Tragedi Olos".

10 menit kemudian kondisi kembali normal dan kita melanjutkan pembuatan nametag untuk siswa malam itu. Tapi kak Gal dan Kak Nadiya keluar untuk mencari lilin yang akan digunakan untuk merapihkan ujung pita yang menjadi pengikat nametag nanti.

Beberapa lama kemudian tawa pun kembali pecah. Kali ini Kak Nadiya bercerita saat membeli lilin tiba-tiba Kak Gal malah masuk ke toko pakan burung dan bilang mau beli lilin. Akhirnya sama bapak-bapak penjaga warung pakan burung yang sedang merapikan jualannya pun tertawa dan menunjuk warung sebelahnya kalau mau beli lilin.

Namun berkat tragedi tersebut malam itu kami semakin akrab di homestay padahal baru pertama kali bertemu secara tatap muka. Nah akhirnya sekitar jam 11 malam name tag untuk siswa SDN Kalipucang di Hari Inspirasi pun sudah jadi semua.
Nametag Kelas Inspirasi Brebes #3 Siswa SDN Kalipucang

Namun energi yang hilang karena tertawa akibat dua tragedi tersebut membuat perut terasa lapar. Kak Nadiya pun berinisiatif untuk membuat nasi goreng dua porsi. Namun saat saya diminta mencicipinya ternyata nasi goreng tersebut kurang pedas. Eh malah ditambahkan sama bubuk cabai olos sama Kak Nadiya. 

Tapi rasanya jadi tambah enak setelah dicampur bubuk cabai Olos tersebut. Kami pun menghabiskan dua porsi nasi goreng beda rasa buatan Kak Nadiya tersebut. Dua porsi nasi goreng tersebut pun akhirnya menjadi penutup malam itu dan semuanya istirahat untuk Hari Inspirasi besok.

Nah keesokan harinya tepat tanggal 28 Juli 2018 adalah Hari Inspirasi Kelas Inspirasi Brebes #3 dimana satu hari penuh kita akan membangkitkan motivasi dengan menginspirasi anak-anak SDN Kalipucang untuk meraih cita-cita setinggi langit.

Nah mau tahu keseruan dari Hari Inspirasi di SDN Kalipucang dan Rombel kita yang sebelumnya heboh karena "Tragedi Olos" di home stay?

Tunggu tulisan part2 nya ya karena ini sudah kepanjangan takut mabok Olos, eh. Makanya pantengin terus ya di blog ini untuk tulisan part 2 nya.

Baca Part 2: Kelas Inspirasi Brebes #3: Tragedi Pagi Dan Serunya Hari Inspirasi Di SDN Kalipucang

Nah kali ini saya akan melanjutkan cerita yang sempat terpotong di part satu dalam sebuah Kelas Inspirasi Brebes #3 Rombel (rombongan belajar) SDN Kalipucang. 
Keseruan Senam bareng Kelas Inspirasi Brebes #3 SDN Kalipucang

Seperti diketahui di part satu saya menceritakan tentang keseruan di Homestay SDN Kalipucang yang penuh tragedi. Pokoknya lucu, seru dan bikin ketawa deh di homestay itu. Bagi yang belum tahu tragedi apa yang terjadi di homestay bisa langsung saja baca ceritanya di sini Kelas Inspirasi Brebes #3: Penuh Tawa Di Homestay SDN Kalipucang.

Nah di part kedua tulisan saya ini malah ada tragedi lagi yang terjadi sebelum Hari Inspirasi di laksanakan. Sama seperti tragedi olos yang sampai saya menuliskan artikel ini masih belum diketahui siapa pelakunya.
Semangat Kelas Inspirasi Brebes #3 SDN Kalipucang


Namun tragedi di pagi ini malah lebih ngakak lagi tapi tidak selucu kak Gal yang kehilangan olos di homestay nih. Jadi pagi itu seusai shalat Subuh maka kita siap-siap untuk mandi dan bersih-bersih. Namun karena di homestay atau rumahnya Ibu Mita hanya ada satu kamar mandi, maka mau tidak mau kita harus mengantri.

Tapi saya, Kak Dwiki, Kak Rahman dan Kak Imam berinisiatif untuk memasang spanduk hari inspirasi di SDN Kalipucang sekalian mandi tentunya. Setelah izin Ibu Mita pun memberikan kunci sekolah dan bilang kalau mau mandi bisa di kamar mandi guru dan jangan di kamar mandi siswa.

Akhirnya kami berempat menuju sekolahan sambil membawa sepanduk dan pakaian ganti. Saat itu masih sekitar jam 5 pagi dan sekolah serta jalanan di depannya masih sepi. Hanya ada beberapa warga yang sedang bersiap berangkat kerja dan sebagian lagi ibu-ibu yang sibuk mencari sarapan.

Dan sesampainya di sekolahan yang pertama kali di cek adalah kamar mandi siswa yang ketika masuk aroma semerbak khas yang bikin pusing menyengat memasuki hidung. Dan sudah gitu pintu ketiga kamar mandi siswa itu hanya berupa spanduk yang di paku ke kusen pintu. Sungguh sangat-sangat tak layak ditambah lagi tak ada penerangan.

Karena tak menemukan dimana kamar mandi guru yang disebutkan Ibu Mita kami pun memutuskan untuk memasang spanduk terlebih dahulu di depan sekolah. Sembari menunggu kak Dwiki yang sudah kebelet dan terpaksa menggunakan kamar mandi siswa yang tak layak itu.

Namun setelah spanduk selesai di pasang akhirnya kak Rahman menemukan kamar mandi guru yang letaknya diantara ruang kelas 6 dan kelas 2. Setelah melongok kedalam kamar mandi yang dari luar kita kira ruangan gudang ini. Seperti menemukan oase di padang pasir.

Bersih ada penerangan dan sangat layak disebut kamar mandi. Hampir kebalikan dari kamar mandi siswa yang saya deskripsikan diatas. Dan akhirnya kak Imam yang mandi duluan di kamar mandi guru yang bersih dan dipenuhi beberapa sabun serta sikat gigi dan peralatan khas kamar mandi lainnya. Lalu kami pun bergantian untuk mandi.

Namun setelah saya selesai mandi dan keluar kamar mandi tiba-tiba kak Rahman bertanya, "Tadi pake sabun yang ada di kamar mandi?" dengan penuh penasaran. Karena saya bawa sabun mandi sendiri jadi saya bilang aja kalau saya pake sabun sendiri.

Eh kak Rahman malah tertawa terbahak-bahak sembari bilang, "Berarti cuma kita berdua yang kena ranjau ya," sambil melihat kak Imam. Karena penasaran akhirnya saya tanya kenapa. Ternyata eh ternyata kedua orang ini karena tak membawa sabun mandi sendiri, mereka menggunakan sabun yang ada di kamar mandi guru tersebut.

Dan usut punya usut ternyata itu bukan sabun untuk mandi melainkan sabun cuci tangan. Sontak kita bertiga pun tertawa sambil berjalan pulang menuju homestay untuk siap-siap. Sementara kak Dwiki masih asyik mandi di sana entah dia kena ranjau juga atau tidak. he he he.

Usai tragedi itu akhirnya sekitar jam setengah tujuh pagi semua relawan telah berkumpul di homestay termasuk panitia lokal, fasilitator, dan relawan inspirator serta relawan dokumentator. Masing-masing sudah mengenakan seragam profesionalnya dan membawa perlengkapan masing-masing.

Saya sendiri sebagai relawan dokumentator sudah siap dengan kamera kesayangan saya. Yang kata teman saya sesama pecinta fotografi kamera itu disebut pacar, ups. Ya mungkin karena memang jadi barang kesayangan dan selain itu kamera ini juga menjadi barang termahal yang pernah saya beli menggunakan uang sendiri, ups malah curcol.

Kelas Inspirasi Brebes #3 SDN Kalipucang

Oke kembali lagi ke bahasan utama, pagi di Hari Inspirasi itu kami awali dengan senam bersama anak-anak SDN Kalipucang yang dipimpin oleh ibu guru. Ya itung-itung banyak gerak gitu sekalian nostalgia back to school bagi kami para relawan.

Sementara kak Gal yang moving terus sambil mengarahkan kameranya ke arah beberapa siswa dengan menekan tombol rec. Saya pun tak mau kalah bebereapa kali pacar saya eh kamera maksudnya mengeluarkan bunyi khasnya dan mengabadikan setiap mommen dalam Hari Inspirasi itu.

Setelah senam selesai kepala sekolah SDN Kalipucang pun memberikan sambutan dilanjutkan sambutan dari ketua relawan Kelas Inspirasi SDN Kalipucang dan diakhiri dengan perkenalan semua relawan termasuk saya.

Usai semua itu maka Hari Inspirasi selanjutnya dilaksanakan di kelas masing-masing. Dan sebelum melaksanakan dan memberikan inspirasi kita (relawan) berkumpul dan berdoa bersama untuk kelancaran acara Hari Inspirasi di SDN Kalipucang ini.
Perkenalan Relawan Kelas Inspirasi Brebes #3 SDN Kalipucang

SDN Kalipucang adalah sekolah satu-satunya yang berada di desa Kalipucang, Jatibarang, Brebes. Desa ini sangat dekat dengan perbatasan antara kabupaten Brebes dan Tegal. Sekolah ini sanga unik dimana ruang belajar kelas 4 terpisah dari bangunan utama.

Entah bagaimana asalnya bisa begitu. Namun yang pasti untuk ruang belajar kelas 4 ini berada di seberang jalan dan terpisah dari ruang guru dan ruang kelas lainnya. Selain itu sekolah ini pun tak memiliki perpustakaan termasuk buku-buku bacaan yang sangat dibutuhkan sekitar 100 an siswanya.

Tak hanya itu di SDN Kalipucang ini pun ada kelas yang hanya berisi 9 siswa saja tetapi yang masih aktif bersekolah hanya ada 7 siswa. Karena 2 siswa lainnya masih ikut orang tuanya yang mengelola Warteg di Jakarta setiap 3 bulan sekali. Dan kelas itu adalah kelas 2 yang diajar oleh Ibu Mita sebagai wali kelasnya.

Namun dengan fasilitas yang kurang serta kondisi sekolahan yang kurang begitu layak untuk belajar. Karena di beberapa sudut ruang kelas terlihat tembok dan beberapa bagiannya sudah dimakan usia ini. Kami tetap semangat memberikan inspirasi untuk anak-anak SDN Kalipucang.
Menulis Nama di nametag Kelas Inspirasi Brebes #3 SDN Kalipucang
Di jam pertama beberapa kelas satu menjadi kelas yang akan ditaklukkan oleh Kak Umi. Kelas paling kecil dengan anak-anak yang imut serta paling tidak bisa diem ini memang menjadi tantangan sendiri bagi relawan. 

Bahkan ketika Kak Ika menjadi inspirator di kelas satu ini, harus di bantu oleh fasilitator Kak Dwiki untuk menaklukkan anak-anak yang begitu hyperaktif. Termasuk satu nama siswi yang aktif banget dan pasti diingat oleh relawan yang pernah menangani kelas satu ini, namanya Alika.

Sementara kelas dua yang hanya berjumlah 7 orang pun tak kalah aktifnya dan selalu bertanya. Bahkan saat diisi oleh Kak Shima mereka berebutan untuk praktek cara menggunakan alat tensi darah. Sungguh semangat sekali.
Boneka Tangan Kak Imam Kelas inspirasi Brebes #3 SDN Kalipucang

Di kelas tiga memang tak ada yang menonjol namun beberapa siswa laki-laki kadang membuat relawan inspirator keteteran. Dan saat usai jam pertama yang diisi oleh Kak Imam yang menggunakan boneka tangan, mereka malah gak mau ganti inspirator dan maunya sama kak Imam bermain bareng boneka tangannya.

Untuk kelas empat sendiri kebanyakan relawan inspirator menyebut nama Sulthan sebagai siswa yang hyperaktif. Meskipun dengan ruangan kelas yang terpisah dari bangunan utama, mereka tetap semangat menerima inspirasi dari para relawan.

Kelas lima sendiri meiliki siri khas yang unik diantara kelas lainnya. Disaat kelas lainnya yang menggunakan meja yang berjejer rapih mereka justru membuat beberapa kelompok dengan meja di satukan. Dan ada satu siswa yang tak mau di foto di kelas ini jadi ya agak susah sih dan bahkan saya gak dapat foto candidnya, ups.

Lalu kelas enam lebih mudah diatur karena mereka sudah lebih dewasa dari yang lainnya. Namun tetap keseruan mereka dalam menerima inspirasi dari relawan inspirator sangat bersemangat. Bahkan sangat fokus sekali seperti menerima pelajaran dari bapak/ibu guru.

Semuanya begitu gembira dan senang dengan kedatangan Kelas Inspirasi dan para relawan inspirator dengan masing-masing cara mengajar yang unik dan penuh kegembiraan. Nah tapi apa saja ya kira-kira yang diajarkan para relawan inspirator untuk siswa-siswi SDN Kalipucang?

Dan mau tau profil foto dari relawan yang ikut dalam Kelas Inspirasi rombel SDN Kalipucang ini? Makanya tunggu di artikel selanjutnya ya sekalian menjadi ending epic di acara Kelas Inspirasi Brebes #3 khususnya rombel SDN Kalipucang. (Soalnya kalau ditulis disini takut tar kaya tragedi sabun cuci tangan kok dipake mandi, ups).

Dan jangan lupa kasih komentar ya setelah baca artikel ini dan kalau suka dengan keseruan ceritanya bisa di share di social media kamu biar bisa berbagi dan tertawa bareng.

Baca PART 3: Kelas Inspirasi Brebes #3: Profil Kakak-Kaka Relawan Kece Rombel SDN Kalipucang

Setelah sebelumnya saya menulis tentang tragedi dan keseruan Hari Inspirasi di SDN Kalipucang dalam Kelas Inspirasi Brebes #3. Nah kali ini saya akan share siapa saja kakak-kakak relawan kece yang sudah ikutan gabung di Kelas Inspirasi Brebes #3 untuk rombel SDN Kalipucang.
Profil Relawan KI Brebes #3 SDN Kalipucang

Eit, tapi sebelumnya boleh lah sebelum baca artikel ini bisa baca keseruan dan tragedi Kelas Inspirasi Brebes #3 rombel SDN Kalipucang saat berada di homestay (Kelas Inspirasi Brebes #3: Penuh Tawa Di Homestay SDN Kalipucang) dan saat Hari Inspirasi di SDN Kalipucang (Kelas Inspirasi Brebes #3: Tragedi Pagi Dan Serunya Hari Inspirasi Di SDN Kalipucang)

Nah kalau sudah baca juga gak apa-apa kok baca lagi terus nanti maraton bacanya biar tuntas. Ya nonton drakor aja bisa marathon masa baca cerita Kelas Inspirasi Brebes #3 gak bisa marathon, ups.

Nah kalau gitu ayo kita lanjutin nih kenalan sama kakak-kakak relawan kece yang ikut berbagi inspirasi di Kelas Inspirasi Brebes #3 Rombel SDN Kalipucang. Oh iya kenapa kami panggil kakak-kakak karena kalau panggilnya bebeb atau ayang mbeb kak tar yang ada ditimpukin anak-anak pake cie cie cie. Ups. Jadi kita menggunakan panggilan kakak aja biar lebih deket sama adek-adek SDN Kalipucang hehehe (padahal gak penting bahas tentang panggilan, ups).

Nah sebelum kita kenalan saya akan menjelaskan sesuatu terlebih dahulu (jangan serius amat ya bacanya, ups). Jadi dalam Kelas Inspirasi itu ada 3 relawan berbeda dengan tugasnya masing-masing. Namun meskipun berbeda kita tetap bersatu karena Siapa kita? Indonesia (nah loh ini jargon bola kenapa ikutan nyempil).
Kakak-kakak Relawan Kece Kelas Inspirasi Brebes #3 SDN Kalipucang

Pertama ada relawan Panitia Lokal dan Fasilitator yang bertugas untuk men-create acara Kelas Inspirasi dan juga menjadi penghubung antara relawan lainnya dan sekolahan yang menjadi target Kelas Inspirasi. Nah biasanya orang-orang yang gabung menjadi relawan Panitia Lokal dan Fasilitator adalah orang-orang hebat yang domisilinya tak jauh dari tempat acara Kelas Inspirasi.

Kedua ada relawan Inspirator/Pengajar, nah relawan ini yang paling seru sebenarnya karena yang akan terjun secara langsung menangani anak-anak sekolah dasar selama sehari menjadi guru. Tapi bukan mengajar mata pelajaran Bahasa, Agama atau Matematika yang bikin kepala pusing tujuh keliling kaya baling-baling bambu Doraemon, ups. 

Karena relawan Inspirator ini akan mengajar dan memberi inspirasi tentang profesi yang digeluti sehari-hari dan menumbuhkan cita-cita anak-anak untuk bisa menjadi yang terbaik minimal mau mewujudkan cita-citanya.

Ketiga ada kakak-kakak kece relawan Dokumentator. Biasanya yang ikut mendaftar adalah orang-orang yang gak bisa lepas dari kamera nih. Kemana-mana baga kamera bergi kesana sama kamera dan pokoknya nempel terus tuh kamera. Tapi biasanya juga ini adalah orang-orang yang jadi korban meme "Motoin temen, Difotoin temen" (Benerkan, ups).

Nah tugasnya ya jepret-jepret selama acara berlangsung untuk mendokumentasikan momen Inspirasi dari awal sampai akhir. Tak hanya jepret-jepret ada juga yang mengambil gambar hidup (red. Video) yang bakalan diedit dengan cantik berpadu dengan momen unik, transisi, grafis, dan musik yang akhirnya berlabuh di situs video populer Youtube.

Nah mungkin itu penjelasannya tentang relawan yang ada di Kelas Inspirasi, ada yang mau ditanyakan? (Berasa kaya lagi ngajar depan kelas ini, ups). Kalau ada yang ditanyakan boleh komen di bawah ya dan kalau gak ada nanti jangan lupa komen juga di bawah setelah baca sampe habis artikel ini.

Baiklah kita langsung kenalan saja sama kakak-kakak relawan kece Kelas Inspirasi Brebes #3 SDN Kalipucang.

Relawan Panitia Lokal dan Fasilitator


Rombel SDN Kalipucang memiliki 3 relawan panlok dan fasilitator yang kami sebut "Trio Mata Empat". Ya karena tiga orang kece ini semuanya kompak mengenakan kacamata yang jika dilihat sama baik model dan desainsnya yang beda cuma lensanya aja ya maklum beda orang beda angka minus atau plusnya.
Profil Relawan Kelas Inspirasi Brebes #3 SDN Kalipucang  Giya Cik Miranda, Dwicky AJi Saputra, Siti Nur Fatikhatun Nisa

Nah baik kita segera kenalan yang pertama ada kak Giya Cik Miranda yang akrab dipanggil Giya. Dengan ciri khasnya outer berbahan jeans yang tak mau lepas kemanapun dan tentunya kacamata. Dan kak Giya ini seorang Freelance yang berdomisili dan asli Brebes.

Yang kedua ada kakak yang paling ganteng diantara 3 relawan fasilitator lainnya. Dia adalah kak Dwicky Aji Saputra yang dipanggil nengok (ups, ya iyalah kalau dipanggil nengok masa marah-marah. Tapi ini sesuai faktanya loh seperti yang dikatakan orangnya saat perkenalan he he he). Tapi kadang kita memanggilnya kak dtwenty (karena nama whatsapp nya begitu. 

Paling ganteng dan pake kacamata juga namun saat pertama kali bertemu di sangka perempuan karena foto profilnya foto keluarganya dimana kakak atau adeknya yang paling depan sementara kak dtwenty paling belakang (ya pantes disangka cewe apalagi namanya dtwenty kaya nama cewe, ups).

Sampai-sampai punya quote sakti karena insiden nama dan foto profil. "Foto Profil itu kadang menipu, Jadi jangan percaya sama Foto Profil" Quotes by Dwicky A S. Kak Dwicky ini bekerja di kota Semarang sebagai Cookhelper atau asistennya koki gitu. Tapi dia aslinya orang Brebes tulen loh asli Desa Pesantunan.

Nah yang ketiga ini ada kakak mahasiswa yang mengaku kalau difoto selalu senyum dan paling gampang dibuat ketawa loh. Namanya yang paling pajang diantara relawan yang lainnya loh, yaitu kak Siti Nur Fatikhatun Nisa

Tapi biasa kami panggil kak Nisa Saban (bukan sabyan ya) bukan karena mirip namanya Nisa tapi ia juga punya tahu lalat yang sama letaknya seperti Nisa Sabyan loh. Tapi bedanya Nisa Saban pake kacamata dan gampang senyum terus ketawa-ketawa dan kami sering requer nyanyi hmmmm sampai 1 jam ups tapi sampe sekarang belum di wujudkan sama sekali.

Relawan Inspirator/Pengajar


Selanjutnya ada 9 kakak-kakak Inspirator kece yang tergabung di rombel SDN Kalipucang pada KIB #3 ini. Nah langsung saja kita kenalan satu persatu dengan mereka ya.
Profil Relawan Kelas Inspirasi Brebes #3 SDN Kalipucang  Adi Irawan, Akhmad Irfai, Ika Sech Syarini

Pertama ada kak Adi Irawan yang paling pendiam diantara relawan lainnya. Berprofesi sebagai guru di salah satu sekolah dan asli Jatibarang Brebes. Kak Adi menceritakan bagaimana serunya menjadi guru dan apa saja yang harus dilalui untuk menjadi seorang guru.

Kedua, ada kak Fai yang memiliki nama lengkap kak Akhmad Irfai yang merupakan relawan terjauh yakni berasal dari Jakarta. Kak Fai ini menerangkan kepada anak-anak SDN Kalipucang tentang profesinya sebagai NOC & LO. Nah ada yang tau profesinya kak Fai itu ngapain aja? Atau sama seperti saya yang baru dengar ada profesi seperti itu. Ups.

Nah kak Fai ini adalah orang-orang hebat yang mendampingi tamu atau peserta seminar atau acara besar. Bahkan tak jarang katanya mendampingi tamu dari luar negeri atau bule gitu. Dan terakhir usai ikut KIB #3 di SDN Kalipucang, Kak Fai langsung meluncur ke Jakarta dan ikut dalam bagian dari panitia Asians Games Agustus kemarin. Hebat ya!

Ketiga, setelah kak Fai dari Jakarta ada juga kak Ika yang tinggal di Bekasi yang merupakan tetangga kota Jakarta. Memiliki nama lengkap Ika Sech Syarini ini adalah seorang yang berprofesi sebagai ASN (nah apa lagi ini). ASN adalah singkatan dari Aparatur Sipil Negara atau karyawan negara yang bukan PNS. Jadi di KIB #3 SDN Kalipucang kak Ika berbagi tentang apa yang dilakukan seorang ASN dan memberikan motivasi.
Profil Relawan Kelas Inspirasi Brebes #3 SDN Kalipucang  Mohammad Imam Sunaryo, Nadiya Asfiyani, Rahman Sahrul Ardanu

Keempat, ada kak Mohammad Imam Sunaryo yang memiliki profesi sebagai seorang Manufactur yang berasal dari Tegal perbatasan Pemalang. Dengan bantuan boneka tangan bebek yang bernama Piko serta satu lagi boneka tangan berwarna biru mirip elmo (anak 90an pasti tau), kak Imam membagikan kisahnya sebagai seorang manufactur kepada anak-anak SDN Kalipucang.

Kelima, ada kak Nadiya Asfiyani yang memakai kacamata seperti "Trio Mata Empat" Fasil SDN Kalipucang. Kak Nad ini berasal dari Bojong, Tegal yang berprofesi sebagai Bankir yang tiap hari keluar masuk bank yang jadi kantornya (ya iya lah he he he). Kak Nad ini sangat enerjik dalam memberikan motivasi dan menceritakan profesinya kepada anak-anak.

Keenam, ada sorang Pengolah Data dan Olahragawan asal Brebes yang bernama Rahman Sahrul Ardanu panggil saja kak Rahman. Nah kak Rahman ini yang berhasil mencuri perhatian kelas lainnya saat mengajar. Karena ia menggunakan bumerang sebagai media pembelajaran. Maklum karena ia sendiri adalah atlit bumerang yang sering ikut turnamen bumerang.
Profil Relawan Kelas Inspirasi Brebes #3 SDN Kalipucang Robiyatun, Shima Setia Putri, Slamet Umi Maghfiroh

Ketujuh, Ada kak Robiyatun panggil saja kak Robi yang asli Cilacap namun berdomisili di Brebes. Nah kalau yang ini kebalikannya kak Dwicky yang disangka perempuan. Dimana karena menggunakan nama Robi kami menyangkan kakak Inspirator yang berprofesi sebagai Chef Rumah Sakit ini sebagai laki-laki. Namun karena foto profilnya foto sendiri jadi gak terlalu membuat salah kaprah seperti kak Dwicky. Kak Robi sendiri semangat dalam memperkenalkan profesinya sebagai Chef di Rumah Sakit kepada anak-anak.

Kedelapan, ada bu Bidan dari Pesantunan Brebes yaitu kak Shima Setia Putri. Kak Shima ini bahkan sampe dikerubutin anak-anak kelas 2 yang ingin bergantian mencoba memeriksa tekanan darah temannya dengan alat tensi darah. Selain itu kak Shima pun membawa beberapa peralatan yang bisa digunakan saat ia bekerja sebagai Bidan. Dan menerangkannya dengan seksama sembari memberikan motivasi kepada anak-anak untuk bisa mewujudkan cita-citanya.

Kesembilan, ada kak Slamet Umi Maghfiroh yang berasal dari Tanjung, Brebes. Kakak yang satu ini memberikan inspirasi kepada anak-anak tentang profesinya sebagai operator di salah satu pabrik di daerah pantura Brebes.

Nah itulah 9 relawan Inspirator/Pengajar yang memiliki satu tujuan yaitu memberikan dan membangung inspirasi untuk anak-anak Indonesia agar berusaha untuk menggapai cita-cita nya.

Relawan Dokumentator


Selanjutnya ada relawan Dokumentator yang selalu berduaan sama kamera nih dan memang jumlahnya juga dua orang he he he.
Profil Relawan Kelas Inspirasi Brebes #3 SDN Kalipucang Galuh Azhar, Jaenal Jalalludin

Pertama ada kak Galuh Azhar atau panggil saja kak Galazar. Seorang Fotografer dan Videografer asal Cirebon ini memang karyanya kece-kece abis. Apalagi foto-fotonya yang ciamik banget. Maklum kak Gal adalah salah satu fotografer keren yang tergabung dalam beberapa komunitas fotografi.

Di hari Inspirasi SDN Kalipucang kak gal bertindak sebagai videografer yang merekam semua momen unik selama acara berlangsung. Bahkan ada satu anak kelas 4 yang tak mau di foto maupun di video. Tapi hebatnya kak Gal berhasil mengambil video anak tersebut dnegan ekspresi gak mau di shoot dan sembunyi di balik pintu.

Kedua, Saya ya panggil saja saya kak JL (Jaenal Jalalludin) nah disini saya mengabadikan acara KIB #3 SDN Kalipucang lewat foto. Kalau dibandingin sama kak Gal foto-foto saya masih jauh pake banget apalagi ini adalah pertama kali saya ikut menjadi dokumentator Kelas Inspirasi. Kalau kak Gal kan udah senior di Kelas Inspirasi dan punya jam terbang tinggi.

Tapi saya jadi belajar banyak saat acara dari kak Gal terutama saat dokumentasi. Dan pengalaman ini membuat saya senang serta sebagai bahan pembelajaran saya untuk meningkatkan jam terbang sebagai fotografer amatir. Maklum saya masih amatir dan kamera aja baru punya sendiri satu tahun dan yang masih entry level (nah loh kok malah curcol).

Nah bagi yang mau mengenal saya bisa baca aja di halaman About Me di blog ini. Oya selain sebagai fotografer saya juga seorang blogger dan freelancer serta pembuat notebook handmade. Salam kenal semuanya, ups.

Oke jadi itulah beberapa kakak-kakak kece yang telah mensukseskan  Kelas Inspirasi Brebes #3 Rombel SDN Kalipucang. Kakak-kakak yang berbagi inspirasi untuk anak-anak Indonesia agar lebih semangat mengejar cita-citanya.

Kami sudah ikut Kelas Inspirasi, kamu kapan?


Cerita ini dikirim oleh kak JL saat pertama kali berkenalan dan menjadi relawan Kelas Inspirasi untuk pertama kalinya. Sebelumnya cerita ini sudah di posting di blog pribadi milik kak JL jadi kalau ada yang mau mampir ke blognya yuk serbu langsung ke Story JL Keren  Atau kalian mau kepoin atau kenalan dengan kak JL langsung aja gaskeun follow instagramnya kak JL.

Bagaimana dengan kamu nih? Apakah punya cerita unik selama mengikuti Kelas Inspirasi Brebes? Misalnya cerita perjalanan menuju homestay atau sekolah, cerita ketemu anak yang imut dan gemesin sampe pengin di culik bawa pulang, cerita ketemu relawan ganteng atau cantik yang bikin hati deg-deg ser, atau malah cerita kamu ketemu dengan jodohmu saat mengikuti Kelas Inspirasi Brebes yang so sweet banget gitu deh ceritanya atau cerita apapun yang kamu alami selama ikut Kelas Inspirasi Brebes bisa dikirim ke mimin ya.

Biar mimin tempelin di website kece nya Kelas Inspirasi Brebes ini biar tulisan dan kisah serta cerita kamu menjadi salah satu inspirasi bagi yang lain untuk ikutan jadi relawan Kelas Inspirasi di kota manapun. Syukur-syukur ikutan Kelas Inspirasi Brebes biar ketemu sama mimin yang gemenis dan imut ini loh.

0 komentar:

Posting Komentar